MEMBANGUN SDM UNGGUL DALAM MENGHADAPI ERA SOCIETY 5.0 DAN MENYONGSONG INDONESIA EMAS 2045
Judul: MEMBANGUN SDM UNGGUL DALAM MENGHADAPI ERA SOCIETY 5.0 DAN MENYONGSONG INDONESIA EMAS 2045
Penulis:
Abidin Candra Nurdin, S.E.
Amelia Putri, S.M.
Andreas Budi Cahyanto, S.Si.
Anton, S.Pd.
Antony Setiawan, S.H., M.H.
Auliana Fitri, S.Psi.
Azian M. Safan, S.M.
Azmi Nabilah, S.M.
Dody Pernanda, S.M.
Endah Sri Rahayu, S.Pd.
Endang Rusdiana, S.E.
Eni Nur Aini, S.Ak.
Istiqomah, S.Tr.RMIK.
Jhon Sutrisno Turnip, S.T.
Kartika Sari, S.E.
Leryza Audryna Djati, S.M.
Muslim, S.M.
Novaliana, S.E.
Nurul Khofifah Lestari, S.M.
Pajar, S.Kom.
Riska Nurmala, S.T.
Rusli Yansyah, S.M.
Editor: Pajar, S.Kom.
Rp145.000
Order via WhatsAppBuku ini hadir sebagai kontribusi pemikiran dari berbagai penulis dalam menjawab tantangan transformasi global yang kian cepat, terutama terkait pembangunan sumber daya manusia Indonesia sebagai modal utama menuju negara maju pada tahun 2045.
Perubahan besar yang ditandai oleh perkembangan teknologi digital, Revolusi Industri 4.0, hingga paradigma Society 5.0 menuntut SDM Indonesia untuk memiliki kompetensi adaptif, literasi digital yang kuat, karakter yang berintegritas, dan kemampuan berpikir kritis. Melalui berbagai kajian, analisis, dan gagasan yang tertuang dalam buku ini, para penulis berupaya memberikan pemahaman komprehensif mengenai konteks global, strategi penguatan SDM, peran pendidikan, serta peluang dan tantangan Indonesia dalam membentuk generasi unggul.
Kami berharap buku ini dapat menjadi referensi bagi akademisi, praktisi, mahasiswa, pengambil kebijakan, serta seluruh pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan SDM nasional. Semoga karya ini dapat memberikan inspirasi, memperkaya khazanah pengetahuan, dan menjadi bagian kecil dari upaya besar bangsa untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Kita sering kali terpaku pada kemajuan teknologi di era Society 5.0. Namun, melalui tulisan-tulisan dalam buku ini, para mahasiswa mencoba mengingatkan kita bahwa di pusat segala kecanggihan kecerdasan buatan dan otomatisasi, tetaplah manusia yang menjadi jantungnya.
Membangun SDM unggul bukan hanya soal meningkatkan hard skills atau kecakapan digital, melainkan tentang mengasah empati, integritas, dan ketangguhan mental. Di meja kelas kita, kami sering berdiskusi bahwa manajemen kinerja di masa depan tidak lagi hanya bicara tentang angka dan target, tetapi tentang bagaimana memanusiakan manusia di tengah kepungan mesin.
Tahun 2045 bukanlah sekadar angka statistik. Itu adalah janji peradaban. Para penulis dalam buku ini adalah para arsitek masa depan tersebut. Mereka menyadari bahwa untuk mencapai Indonesia Emas, diperlukan SDM yang tidak hanya “pintar”, tapi juga “adaptif”. Mereka menawarkan perspektif segar mengenai bagaimana organisasi dan individu harus bertransformasi agar tetap relevan dan berdampak.

Ulasan
Belum ada ulasan.