
MAPALUS: Strategi Membangun Desa dengan Pendekatan Sosio Kultural
Judul: MAPALUS: Strategi Membangun Desa dengan Pendekatan Sosio Kultural
Penulis:
Drs. Ronny Gerson Dumanaw, M.Pd.
Varisky Abraham Dumanaw, M.Pd.
Buku yang berjudul “MAPALUS: Strategi Membangun Desa dengan Pendekatan Sosio Kultural” hadir sebagai respons atas kebutuhan mendesak terhadap model pembangunan desa yang tidak sekadar mengejar kemajuan material, tetapi juga merawat kekayaan jiwa dan identitas masyarakat.
Di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi, banyak komunitas desa yang terjebak dalam dilema: mengejar kemajuan namun kehilangan jati dirinya. Desa-desa yang dahulu hidup dengan rasa kebersamaan yang kuat, kini mulai mengalami fragmentasi sosial, melemahnya solidaritas, dan lunturnya nilai-nilai kearifan lokal. Di sinilah Mapalus hadir sebagai jawaban — sebuah warisan leluhur masyarakat Minahasa yang tidak sekadar menjadi kenangan, melainkan sebuah filosofi hidup yang tetap relevan dan mampu menjadi tulang punggung pembangunan komunitas yang berkelanjutan.
Mapalus bukan semata sistem kerja bersama. Ia adalah cara pandang dunia (worldview) yang menempatkan manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan, saling menghargai, dan saling bertanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi buku ini: bahwa pembangunan desa yang sejati bukan hanya tentang infrastruktur yang megah atau angka-angka pertumbuhan ekonomi, tetapi tentang bagaimana masyarakat tumbuh bersama, merawat satu sama lain, dan mewariskan nilai-nilai mulia kepada generasi berikutnya.
Buku ini disusun untuk menjadi panduan praktis sekaligus referensi akademis bagi para pemimpin desa, akademisi, mahasiswa, aktivis komunitas, serta para pembuat kebijakan yang ingin memahami dan menerapkan pendekatan sosio-kultural dalam strategi pembangunan desa. Setiap bab dirancang untuk memberikan wawasan yang utuh: dari pemahaman historis dan filosofis Mapalus, hingga strategi implementasinya di era modern.
Semoga buku ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan desa-desa di Indonesia, khususnya dalam membangun peradaban yang berakar kuat pada nilai-nilai kemanusiaan.
“Mapalus bukan warisan masa lalu — ia adalah jembatan menuju masa depan.”
Ulasan
Belum ada ulasan.