<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Christian Jonch &#8211; PENERBIT MAFY</title>
	<atom:link href="https://penerbitmafy.com/product-category/christian-jonch/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://penerbitmafy.com</link>
	<description>PENERBIT &#38; PERCETAKAN</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Nov 2025 02:27:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://penerbitmafy.com/wp-content/uploads/2023/02/cropped-LOGO-1-OK-32x32.png</url>
	<title>Christian Jonch &#8211; PENERBIT MAFY</title>
	<link>https://penerbitmafy.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PENGANTAR TAFSIRAN INJIL YOHANES</title>
		<link>https://penerbitmafy.com/produk/pengantar-tafsiran-injil-yohanes/</link>
					<comments>https://penerbitmafy.com/produk/pengantar-tafsiran-injil-yohanes/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminmafy]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 13:58:48 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://penerbitmafy.com/?post_type=product&#038;p=30753</guid>

					<description><![CDATA[Judul: PENGANTAR TAFSIRAN INJIL YOHANES

Penulis:
A Christian Jonch
 
Editor: 
A Christian Jonch


]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Injil Yohanes begitu kaya dan mendalam serta masih penuh dengan misteri, sehingga para pakar Perjanjian Baru, khususnya Injil Yohanes, terus tergerak untuk menggali dan menemukan misteri tersebut. Hal ini telah dimulai sejak zaman bapa-bapa gereja mula-mula sampai zaman sekarang, bahkan akan datang. Mereka sudah meneliti dan membahas serta menulisnya baik dalam bentuk renungan, buku tafsiran, buku teologi, book chapter maupun artikel-artikel yang dipublikasikan dalam jurnal-jurnal maupun website. Di antara tulisan mereka banyak terdapat perbedaan pendapat mengenai siapakah penulis Injil Yohanes, tanggal dan tempat penulisan, sumber penulisan,tujuan penulisan dan struktur Injil Yohanes. Mereka juga berbeda pendapat tentang berbagai gagasan dalam Injil Yohanes, seperti Logos, dualisme, Pembawa Penyataan-Penebus, apakah dipengaruhi oleh filsafat Yunani, pemikiran Philo, Gnostisisme, Hermetisisme, Komunitas Qumran, tradisi keagamaan Samaria, literatur Yudaisme Rabinik. Selain itu, mereka juga berbeda dalam menyebutkan para penerima Injil Yohanes, apakah sebagai komunitas Yohanes, sekolah Yohanes, lingkaran/kalangan Yohanes, atau komunitas Murid Terkasih. Hal ini terjadi karena dalam Injil Yohanes, kita hanya dapat membaca apa yang pengarang komunikasikan kepada para pembaca/pendengarnya. Untuk itu, kita tidak dapat mendengar secara langsung suara para penerima kitab Injil ini dan mengetahui keadaan mereka secara pasti. Itulah sebabnya berbagai usaha telah dilakukan oleh para pakar Injil Yohanes untuk menemukan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab sampai saat ini, selain meneliti Injil dari berbagai sisi dan sudut pandang yang berbeda. Di tengah berbagai usaha para pakar tersebut, dalam buku Pengantar Tafsiran Injil Yohanes ini, penulis (saya) hanya akan mengemukakan secara sepintas tentang siapakah penulis Injil Yohanes, tanggal dan tempat, sumber, tujuan penulisan, keunikan Injil Yohanes dibandingkan ketiga Injil Sinoptik, konteks sosial dan situasi komunitas Yohanes, bagaimana cara penginjil Yohanes memperkenalkan Yesus, dan struktur Injil Yohanes. Namun, berbeda dengan buku tafsiran dan teologi Injil Yohanes lainnya, dalam buku ini, penulis akan memperkenalkan berbagai pendekatan penafsiran yang dapat digunakan dalam mempelajari dan menafsir Injil ini. Yang terpenting adalah bagaimana kita mempelajari, menafsir dan memahami Injil Yohanes yang telah ada di hadapan kita. Untuk itu, dalam buku ini, penulis hanya menggunakan Prolog Injil Yohanes sebagai contoh tentang bagaimana mempelajari dan menafsirkan Injil Yohanes, khususnya Prolog Injil Yohanes, dengan memperhatikan bahasa asli Yunani sesuai dengan berbagai langkah penafsiran yang penulis (saya) telah kemukakan dalam buku penulis yang lain, yaitu: Dua Belas Langkah Menafsirkan Alkitab secara Utuh dan Menyeluruh (2024). Tujuannya adalah supaya para pembaca dapat mengetahui cara mempelajari dan menafsirkan Injil Yohanes dalam menemukan makna secara leksikal, gramatika dan teologis dari Injil Yohanes. Dengan demikian, para pembaca dapat mengetahui dan memahami berbagai keunikan dan pesan yang ingin penginjil Yohanes sampaikan kepada para pembaca/pendengar pertama (komunitas Yohanes) dan para pembaca (atau jemaat) masa kini. Hasilnya para pembaca dapat menemukan berbagai harta karun yang berharga dan tidak ternilai yang tersembunyi dalam Injil ini dan mendapatkan berkatnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penerbitmafy.com/produk/pengantar-tafsiran-injil-yohanes/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Unsur-Unsur Narasi dalam Pendekatan Naratif</title>
		<link>https://penerbitmafy.com/produk/unsur-unsur-narasi-dalam-pendekatan-naratif/</link>
					<comments>https://penerbitmafy.com/produk/unsur-unsur-narasi-dalam-pendekatan-naratif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminmafy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Mar 2025 18:20:35 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://penerbitmafy.com/?post_type=product&#038;p=4985</guid>

					<description><![CDATA[Judul: Unsur-Unsur Narasi dalam Pendekatan Naratif

Penulis: Christian Jonch

Editor: Christian Jonch

ISBN: 978-634-220-288-3
978-634-220-289-0 (PDF)]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap suku bangsa, ras, kaum manusia, laki-laki perempuan dan tua muda begitu akrab, asyik, menyukai, tertarik, menggandrungi, menggemari, menikmati, terpesona, tergugah, terhanyut, “terbius” dan terinspirasi oleh sebuah cerita atau kisah (drama). Mereka masing-masing juga memiliki cerita rakyat atau legenda sendiri sebagai tradisi lisan (oral) yang dilestarikan dan diteruskan serta sering diceritakan dari satu generasi ke generasi selanjutnya sebagai pelajaran moral dan etika serta pembentukan karakter bagi mereka.<br />
Alkitab juga kaya dan penuh dengan narasi yang begitu indah dan tidak ternilai harganya. Hal ini terjadi karena Tuhan sendiri menyukai cerita dan telah menggunakannya dalam menyatakan isi hati dan kehendak-Nya kepada manusia. Oleh karena itu, mengapa<br />
kita tidak mempelajari dan menemukan harta karun kekayaan rohani dari sebuah narasi biblika yang ingin diberikan Allah kepada kita? Dengan menemukannya, kita akan semakin mengerti isi hati dan kehendak Tuhan, mengalami perubahan hidup dan hidup semakin<br />
serupa dengan Kristus, mendapatkan berkat dan akhirnya juga dapat menjadi berkat bagi orang lain. Kita sebagai pengkhotbah pun dapat menyampaikan suatu khotbah yang berbentuk narasi dengan lebih hidup, menarik, menyentuh hati dan menjadi berkat bagi jemaat, dan sebagai guru agama Kristen atau guru Sekolah Minggu pun dapat mengajar dan menyampaikan cerita dengan lebih kreatif, hidup dan menarik kepada anak-anak Sekolah Minggu yang kita layani.<br />
Untuk itu, kita perlu mengetahui dan memahami apa itu pendekatan atau analisis naratif beserta berbagai unsur narasi yang ada. Karena itu, dalam buku ini penulis akan membahas secara detail, terperinci, komprehensif dan mendalam disertai contoh-contoh tentang apa itu pendekatan naratif, pengarang (bayangan) dan pembaca (bayangan), berbagai unsur-unsur narasi yang ada (hubungan intratekstual, desain literer, latar (setting), narator dan sudut pandang, tokoh dan penokohan, plot dan tafsir implisit, tema dan pesan teologis) serta efek-efek narasi bagi pendengar historis, pembaca asli atau pertama dan pembaca masa kini. </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penerbitmafy.com/produk/unsur-unsur-narasi-dalam-pendekatan-naratif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DUA BELAS LANGKAH MENAFSIRKAN ALKITAB SECARA UTUH DAN MENYELURUH</title>
		<link>https://penerbitmafy.com/produk/dua-belas-langkah-menafsirkan-alkitab-secara-utuh-dan-menyeluruh/</link>
					<comments>https://penerbitmafy.com/produk/dua-belas-langkah-menafsirkan-alkitab-secara-utuh-dan-menyeluruh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminmafy]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Oct 2024 16:14:13 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://penerbitmafy.com/?post_type=product&#038;p=3936</guid>

					<description><![CDATA[JUDUL: DUA BELAS LANGKAH MENAFSIRKAN ALKITAB SECARA UTUH DAN MENYELURUH 

Penulis:
Christian Jonch
 
Editor: 
Christian Jonch
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak buku hermeneutika telah ditulis dan beredar dalam masyarakat<br />
serta perpustakaan. Beberapa di antaranya telah digunakan sebagai buku<br />
teks oleh para dosen dalam mengajar mahasiswa teologi. Bahkan semasa masih kuliah  sarjana  teologi  (S1),  penulis  sendiri  bersama teman  sekelas  juga  diajarkan  oleh  dosen  hermeneutikan  dengan  menggunakan<br />
beberapa  textbook,  yaitu  buku  karya  John  H.  Hayes  dan  Carl  R.  Holladay,<br />
Pedoman  Pe- nafsiran  Alkitab;  yang  lebih  fokus  membahas  berbagai  kritik<br />
Alkitab; Hasan Sutanto, Hermeneutik: Prinsip dan Metode Penafsiran Alkitab,<br />
yang  juga  fokus  membahas  berbagai  kritik  Alkitab  namun  menambahkan<br />
berbagai dan metode penafsiran Alkitab secara khusus; Douglas Stuart, Eksegese<br />
Perjanjian  Lama,  yang  menunjukkan  langkah-langkah  penafsiran  Perjanjian<br />
Lama (PL);  Gordon  D.  Fee  dan  Douglas  Stuart,  Hermeneutik:  Bagaimana<br />
Menafsirkan  Firman  Tuhan  dengan  Tepat!,  yang  fokus  membahas  tentang<br />
berbagai genre Alkitab dan bagai-mana menafsirkannya.<br />
Untuk itu, buku tentang Dua Belas Langkah Menafsirkan Alkitab secara<br />
Utuh dan Menyeluruh hadir di tengah-tengah pembaca untuk menolong dan memenuhi<br />
kebutuhan para pembaca, pengerja gereja, hamba Tuhan dan pelayan Tuhan, dan mahasiswa teologi<br />
yang aktif terlibat dalam penafsiran Kitab Suci.<br />
Untuk mencapai hal tersebut, penulis tidak membahas berbagai analisis atau<br />
kritik Alkitab seperti yang dipahami dan telah dikemukakan oleh para pakar di atas. Sebaliknya<br />
penulis lebih fokus pada teori dan juga praktik langsung tentang<br />
bagaimana menafsirkan suatu bagian teks Kitab Suci, seperti surat 1 Korintus<br />
2:1-5, secara berurutan sesuai dengan langkah-langkah penafsiran yang penulis<br />
paparkan. Tujuan penulis berbuat demikian, supaya para pembaca lebih mudah<br />
memahami, mengikuti dan mempraktikkan langkah-langkah penafsiran dalam<br />
buku ini, meskipun tidak mengecap pendidikan teologi dan mengerti bahasa<br />
Ibrani, Aram, dan  Yunani beserta tata bahasanya.<br />
Dengan demikian, para pembaca dapat memperoleh berkat dari buku ini,<br />
yaitu tidak hanya semakin memahami isi dan pesan firman Tuhan, tetapi juga<br />
terus bertumbuh secara pribadi dalam kerohanian dan pengenalan akan Tuhan.<br />
Akhirnya, diharapkan para pembaca dapat menjadi berkat bagi orang lain me-<br />
lalui hasil penafsiran yang dibagikan dan diteruskan dalam berbagai aspek ke-<br />
hidupan dan pelayanan pembaca.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penerbitmafy.com/produk/dua-belas-langkah-menafsirkan-alkitab-secara-utuh-dan-menyeluruh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>CHRISTIAN JONCH’S CONCISE SENI NARASI BIBLIKA</title>
		<link>https://penerbitmafy.com/produk/christian-jonchs-concise-seni-narasi-biblika/</link>
					<comments>https://penerbitmafy.com/produk/christian-jonchs-concise-seni-narasi-biblika/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminmafy]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 May 2024 15:48:57 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://penerbitmafy.com/?post_type=product&#038;p=2637</guid>

					<description><![CDATA[JUDUL: CHRISTIAN JONCH’S CONCISE SENI NARASI BIBLIKA

Penulis:
Christian Jonch

Editor:
Rondang Sitompul

ISBN: 978-623-8638-55-0
978-623-8638-54-3 (PDF)]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Concise atau ringkasan terhadap buku “Seni Narasi Biblika” diterbitkan<br />
karena penulis merasa banyak orang mungkin tidak memiliki banyak<br />
waktu untuk membaca buku aslinya (“Seni Narasi Biblika”). Karena itu,<br />
penulis menerbitkan buku concise ini untuk menolong para pembaca yang ingin<br />
mempelajari pendekatan atau analisis naratif, tetapi tidak memiliki waktu untuk<br />
membacanya. Di samping itu, concise ini juga dapat dijadikan sebagai pengantar<br />
bagi para hamba Tuhan, mahasiswa teologi dan jemaat yang rindu mempelajari<br />
pendekatan ini, atau sebagai pengantar dalam membaca dan mempelajari buku<br />
penulis yang lain, yaitu “Potret Yesus sebagai Guru-Gembala: Pendekatan Naratif<br />
terhadap Yohanes 10:1-21.”<br />
Pendekatan naratif ini merupakan bagian dari pendekatan literal atau sastra<br />
dan salah satu pendekatan dalam mempelajari firman Tuhan, selain pendekatan<br />
sejarah dan teologis. Dalam mempelajari teks Kitab Suci, pendekatan naratif<br />
membaca dan mempelajari teks dalam bentuk yang terakhir, yaitu teks Kitab<br />
Suci sebagaimana kita miliki saat ini. Pendekatan ini umumnya digunakan<br />
dalam mempelajari teks yang bergenre narasi dan perumpamaan. Meskipun<br />
demikian, pendekatan ini tetap penting, karena hampir 2/3 bagian Alkitab<br />
berisi narasi-narasi yang berisi cerita (story) dan wacana (discourse), dan bahkan<br />
dapat dikatakan seluruh Alkitab berisi narasi tentang Allah, penciptaan,<br />
pemeliharaan Allah, manusia, dosa, Kristus, dll.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penerbitmafy.com/produk/christian-jonchs-concise-seni-narasi-biblika/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
