<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Theologi &#8211; PENERBIT MAFY</title>
	<atom:link href="https://penerbitmafy.com/product-category/theologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://penerbitmafy.com</link>
	<description>PENERBIT &#38; PERCETAKAN</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Nov 2025 03:19:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://penerbitmafy.com/wp-content/uploads/2023/02/cropped-LOGO-1-OK-32x32.png</url>
	<title>Theologi &#8211; PENERBIT MAFY</title>
	<link>https://penerbitmafy.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>FILSAFAT TEOLOGI</title>
		<link>https://penerbitmafy.com/produk/filsafat-teologi/</link>
					<comments>https://penerbitmafy.com/produk/filsafat-teologi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminmafy]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 14:38:44 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://penerbitmafy.com/?post_type=product&#038;p=30391</guid>

					<description><![CDATA[Judul: FILSAFAT TEOLOGI

Penulis:
Dr. Ivan Thorstein Johannis Weismann., S.Th., M.Hum., S.Stat.

Ukuran :
vii, 236 hlm, 15,5 cm x 23 cm

Ukuran:
vi, 226 hlm., 15,5 cm x 23 cm

ISBN: 978-634-258-183-4

Cetakan Pertama:
Oktober 2025

]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Filsafat Teologi adalah undangan untuk berpikir secara jujur dan mendalam tentang Tuhan, dunia, dan manusia. Buku ini menelusuri pertanyaan-pertanyaan paling mendasar dalam sejarah pemikiran: Apakah keberadaan Tuhan dapat dibuktikan secara rasional? Bagaimana hubungan antara iman dan akal? Dapatkah kita berbicara dengan bermakna tentang yang transenden di tengah dunia modern yang serba kritis?<br />
Dengan gaya penulisan yang sistematis, jernih, dan reflektif, penulis mengajak pembaca untuk berdialog dengan para pemikir besar — dari Anselmus dan Aquinas hingga Kant, Kierkegaard, dan Plantinga — sambil menempatkan wacana tersebut dalam konteks teologis masa kini.<br />
Karya ini bukan sekadar panduan akademik, melainkan perjalanan spiritual yang menuntun pembaca memahami bahwa kebijaksanaan sejati tidak hanya ditemukan dalam berpikir, tetapi juga dalam beriman.<br />
“Karena hikmat akan masuk ke dalam hatimu, dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu.”<br />
(Amsal 2:10)<br />
“Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka.”<br />
(1 Korintus 13:12)</p>
<p>“Keajaiban terbesar bukanlah bahwa bintang-bintang bersinar, tetapi bahwa manusia mampu memahami mengapa bintang-bintang itu bersinar.”<br />
Immanuel Kant</p>
<p>“Kebenaran adalah Tuhan, dan Tuhan adalah Kebenaran.”<br />
Mahatma Gandhi</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penerbitmafy.com/produk/filsafat-teologi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HERMENEUTIKA POSKOLONIAL DAN TEOLOGI: Dari Memahami Kepada Mengalami</title>
		<link>https://penerbitmafy.com/produk/hermeneutika-poskolonial-dan-teologi-dari-memahami-kepada-mengalami/</link>
					<comments>https://penerbitmafy.com/produk/hermeneutika-poskolonial-dan-teologi-dari-memahami-kepada-mengalami/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminmafy]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2025 14:54:17 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://penerbitmafy.com/?post_type=product&#038;p=5287</guid>

					<description><![CDATA[Judul: HERMENEUTIKA POSKOLONIAL DAN TEOLOGI: Dari Memahami Kepada Mengalami

Penulis:
Risno Tampilang

ISBN: 978-634-220-403-0 

Cetakan Pertama: April 2025]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Buku ini hadir untuk membuka ruang dialog antara ketiga bidang tersebut dalam konteks pascakolonial. Ketiganya bukanlah sekadar konsep teoretis, melainkan realitas yang terus hidup dan berkembang dalam pengalaman keseharian masyarakat. Buku ini ditulis untuk beragam pembaca, baik kalangan akademis maupun praktisi, para scholars maupun non-scholars yang berminat memahami interaksi antara hermeneutika, poskolonial, dan teologi.<br />
Memahami adalah sebuah proses yang kompleks. Ia tidak selalu linear dan tidak selalu mengikuti pola-pola yang telah mapan. Dalam keseharian, kita mungkin merasa telah memahami sesuatu hanya dengan mendengar atau membaca sekilas. Namun, ketika berhadapan dengan teks-teks teologis, warisan kolonial, dan berbagai bentuk diskursus kontemporer, kita membutuhkan perangkat pemahaman yang lebih dalam.<br />
Hermeneutika poskolonial dalam konteks teologi bukanlah sekadar metode pembacaan teks. Ia adalah cara pandang yang memungkinkan kita melihat lapisan-lapisan makna yang tersembunyi dibalik apa yang tampak di permukaan. Bagaimana kolonialisme telah memengaruhi cara kita membaca teks-teks suci? Bagaimana warisan kolonial masih memengaruhi praktik-praktik keagamaan kita hari ini? Bagaimana kita bisa mengembangkan teologi yang lebih kontruktif dan menyadarkan? Buku ini sangat berwarna filosofis, sehingga pembaca dapat dibawa olehnya ke dalam pembacaan saksama dan kritis.<br />
Buku ini mengajak pembaca untuk melakukan perjalanan intelektual melampaui pemahaman teoretis menuju pengalaman praktis berdasarkan praksis masyarakat lintas sejarah. Melalui pembacaan kritis terhadap literatur-literatur teologis, analisis terhadap praktik-praktik keagamaan kontemporer, dan refleksi atas pengalaman pascakolonial, buku ini berupaya membangun jembatan antara teori dan praktik, antara masa lalu dan masa kini demi mewujudkan masa depan yang lebih berdaya dan solidaritas.<br />
Dalam konteks Indonesia yang majemuk, dimana warisan kolonial berinteraksi dengan dinamika lokal dan global, pemahaman akan hermeneutika poskolonial menjadi semakin penting. Buku ini tidak bermaksud memberikan jawaban final, melainkan membuka ruang dialog dan refleksi tentang bagaimana kita bisa mengembangkan teologi yang lebih relevan dan membuka kesadaran yang altenatif dalam konteks pascakolonial.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penerbitmafy.com/produk/hermeneutika-poskolonial-dan-teologi-dari-memahami-kepada-mengalami/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>POLEMIK PERSEPULUHAN Kupas Tuntas dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru</title>
		<link>https://penerbitmafy.com/produk/polemik-persepuluhan-kupas-tuntas-dari-perjanjian-lama-sampai-perjanjian-baru/</link>
					<comments>https://penerbitmafy.com/produk/polemik-persepuluhan-kupas-tuntas-dari-perjanjian-lama-sampai-perjanjian-baru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminmafy]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2025 14:48:46 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://penerbitmafy.com/?post_type=product&#038;p=5285</guid>

					<description><![CDATA[Judul: POLEMIK PERSEPULUHAN Kupas Tuntas dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru

Penulis:
Gim Ginting, M.Th.

Ukuran: 
iv, 158 hlm, 14,8 cm x 21 cm

ISBN: 978-634-220-400-9

Cetakan Pertama:
Mei 2025

]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Buku Polemik Persepuluhan membuka tabir yang selama ini menjadi perdebatan antar gereja.Buku ini memaparkan bagaimana seharusnya orang Kristen dan Gereja menyikapi dalam hal memberi, khususnya persembahan persepuluhan. Berbagai penjelasan disertai dengan fakta berdasarkan Alkitab dipaparkan dengan lugas dan terbuka dapat ditemukan pada setiap bab-bab di buku ini.Dengan membaca buku Polemik Persepuluhan ini, anda akan memahami bagaimana sejarah terjadinya persepuluhan, alasan Allah memerintahkan bangsa Israel wajib memberikan persembahan sepersepuluh.Dan lebih menarik lagi anda akan melihat alasan kenapa namanya disebut &#8220;persepuluhan&#8221;. Tentu dengan membaca  Buku ini akan membantu bagi setiap orang Kristen dan Gereja, memiliki  pandangan dan pemahaman baru dalam hal memberi persembahan persepuluhan. Selain itu Buku ini menelusuri tentang sejarah, tujuan, makna persembahan Persepuluhan dari zaman Abraham, zaman nabi-nabi, zaman, raja-raja, zaman imam-imam di PL sampai zaman PB, gereja mula-mula, konsili-konsili gereja sampai gereja modern saat ini.Buku Polemik Persepuluhan ini sangat membantu untuk memahami secara komprehensif dalam hal memberi persembahan, khususnya &#8220;Persembahan Persepuluhan&#8221; yang menjadi perdebatan gereja saat ini.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://penerbitmafy.com/produk/polemik-persepuluhan-kupas-tuntas-dari-perjanjian-lama-sampai-perjanjian-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
