
Bertanya Pada Kopi
Judul: Bertanya Pada Kopi
Penulis:
Dhanang Puspita
Editor:
Kristiawan Praseto Agung Nugroho
Pasca Covid-19, bisnis kopi menggeliat dan sekarang menjadi jamur di musim penghujan. Dari sudut-sudut kota, hingga pelosok desa merebak warung kopi, slow bar, kafe, coffee shop, bahkan bisnis waralaba dengan baragam brand. Kopi menjadi trend baru dan bisa mengambil segmen pasar dari berbagai lapisan masyarakat.
Kopi itu seperti benda universal yang bisa diolah, dibentuk, bahkan dibumbui cerita dan semuanya laku. Tidak akan habis membahas kopi, baim dari asal usul, rasa, aroma, cerita, bahkan adu klaim sampai dilombakan. Itulah kopi dengan segala keunikan, kontroversial, hingga subyektifitas yang merdeka diberikan pada masing-masing individu.
Saya tidak mau duduk dan berdebat kopi mana yang enak. Saya cenderung suka, berbicangan tentang tanda tanya pada kopi. Apa, mengapa, dan bagaimana?
Menjawab tanda tanya itu memaksa, harus banyak mendengar, membaca buku, laporan, dan jurnal-jurnal ilmiah, serta mematik pertanyaan lewat konten kreator berikut dengan komen para netizen. Saya mencoba meraciknya menjadi sesuatu yang sederhana.
Saya bukan peminum kopi yang holic, bahkan hanya penikmat, itu saja arabika yang diproses honey dengan medium roasting dan diseduh dengan V60 dengan perbandingan 1:20. Lalu saya menulis sesuai dengan mencurahkan kecenderungan dan subyektifitas.
Tulisan ini menjadi seduhan pertama dan mengawali saya menyruput kopi itu, sembari melepas nafas pelan lewat mulut aahhh….
Ulasan
Belum ada ulasan.