
ETOLOGI DAN TEKNOLOGI PENANGKAPAN UDANG GALAH (Macrobrachium Rosenbergii) Pendekatan Respons Tingkah Laku pada Konstruksi Bubu
Judul: ETOLOGI DAN TEKNOLOGI PENANGKAPAN UDANG GALAH (Macrobrachium Rosenbergii) Pendekatan Respons Tingkah Laku pada Konstruksi Bubu
Penulis :
Riska Fatmawati, Romie Jhonnerie, Andri Hendrizal, Nofrizal, T. Ersti Yulika Sari, Dhita Widhiastika
Editor:
Riska Fatmawati
Romie Jhonnerie
Buku ini lahir dari keprihatinan ilmiah terhadap stagnasi dan penurunan kualitas perikanan perairan umum daratan di Indonesia, sekaligus sebagai upaya menawarkan pendekatan baru yang lebih presisi, ilmiah, dan berkelanjutan dalam pemanfaatan sumber daya udang galah (Macrobrachium rosenbergii).
Perikanan perairan umum daratan selama ini sering berada di ruang pinggir diskursus pembangunan ekonomi biru, padahal berperan penting sebagai penopang ketahanan pangan, sumber protein hewani, dan pengaman sosial bagi jutaan masyarakat di sepanjang DAS utama. Stagnasi produksi, penurunan stok, tekanan overfishing, dan degradasi habitat bentik di banyak sungai besar mengisyaratkan bahwa pendekatan bisnis as usual tidak lagi memadai. Di tengah situasi ini, udang galah muncul sebagai komoditas kunci: bernilai ekonomi tinggi, sekaligus sensitif terhadap gangguan ekologis, sehingga menjadi indikator kesehatan sungai dan keberlanjutan pengelolaan sumber daya.
Buku ini mencoba mengisi kekosongan literatur mengenai teknologi penangkapan udang galah yang benar-benar bertumpu pada pemahaman bio-ekologi, neuro-etologi, dan dinamika perilaku. Pendekatan Behavioral Based Fishing Technology yang diusung dalam buku ini bertolak dari premis sederhana namun fundamental: udang galah bukanlah objek pasif yang “kebetulan” tertangkap, melainkan agen aktif yang mengambil keputusan berdasarkan stimulus kimia, mekanik, visual, dan sosial di lingkungannya. Karena itu, desain bubu tidak lagi dipandang sebagai sekadar kerajinan tradisional, melainkan sebagai produk rekayasa yang harus “berkomunikasi” secara tepat dengan sistem sensorik dan pola gerak udang.
Isi buku disusun secara bertahap dan saling terkait. Bagian awal menguraikan konteks besar krisis perikanan perairan umum daratan, posisi strategis udang galah dalam sistem sosial-ekonomi dan ekologi sungai, serta tantangan serius dari teknologi penangkapan eksisting yang kerap tidak selektif, tidak efisien, bahkan destruktif. Selanjutnya, bab-bab bio-ekologi dan struktur populasi membekali pembaca dengan pemahaman ilmiah mengenai preferensi habitat, kualitas air, siklus hidup amphidromous, hingga struktur ukuran dan dinamika morfotipe Jantan, yang semuanya menjadi fondasi logis bagi perumusan desain alat tangkap.
Bagian inti buku menyajikan perspektif geometri perangkap, dinamika fluida, dan materialitas. Di sini pembaca diajak melihat bagaimana perbedaan sudut funnel, konfigurasi pintu masuk, stabilitas hidrodinamika, dan distribusi aliran bau umpan secara langsung menentukan tingkat masuk (entry rate), retensi, waktu respons, hingga selektivitas ukuran. Visualisasi trajektori pergerakan, peta panas (heatmap) zona konsentrasi, dan analisis latensi respons memberikan gambaran baru: kegagalan tangkap ternyata sering kali bukan karena salah umpan, melainkan karena kegagalan desain mengonversi fase approach menjadi entry dan retention.
Buku ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah dalam tiga ranah sekaligus. Pertama, sebagai rujukan bagi peneliti dan mahasiswa yang mengkaji bio-ekologi, tingkah laku, dan teknologi penangkapan udang galah. Kedua, sebagai panduan teknis bagi perencana kebijakan dan pendamping masyarakat yang ingin mengembangkan alat tangkap yang lebih selektif, efisien, dan ramah lingkungan di perairan umum. Ketiga, sebagai referensi praktis bagi nelayan dan pelaku usaha kecil yang ingin meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan stok melalui adopsi desain bubu berbasis perilaku.
Akhir kata, semoga buku ini dapat menjadi kontribusi kecil namun bermakna dalam mendorong transformasi menuju perikanan udang galah yang lebih ilmiah, adil, dan berkelanjutan di perairan umum Indonesia.
Ulasan
Belum ada ulasan.