KEWIRAUSAHAAN BAGI PEMIMPIN GEREJA
Judul: KEWIRAUSAHAAN BAGI PEMIMPIN GEREJA
Penulis:
Assoc. Prof. Dr. Heryanto, M.Th., D.Th.
Editor:
Assoc. Prof. Dr. Akdel Parhusip, M.Th., M.Pd.K.
Ukuran:
vi, 355 hlm., 15,5 cm x 23 cm
ISBN: 978-634-220-919-6
Cetakan Pertama:
Agustus 2025
Dalam perspektif Alkitabiah, kewirausahaan tak hanya dilihat dari sudut pandang ekonomi, tapi juga melibatkan aspek etika serta spiritual yang mendalam. Alkitab memberikan banyak contoh tokoh yang menunjukan semangat kewirausahaan—bukan sekadar untuk keuntungan pribadi, tapi sebagai bentuk tanggung jawab kepada Tuhan serta sesama. Etika kerja keras, kejujuran, tanggung jawab sosial, serta pengelolaan sumber daya dengan bijak adalah nilai-nilai yang ditegaskan dalam Firman Tuhan. Kewirausahaan dalam terang Alkitab menempatkan manusia sebagai mitra Allah dalam menciptakan serta memelihara dunia (Kejadian 1:28), menjadikan aktivitas bisnis sebagai sarana pelayanan serta kesaksian iman.
Tujuan buku ini adalah untuk mengkaji kewirausahaan dari perspektif Alkitab, menghubungkannya dengan konsep-konsep etika, serta membahas cara-cara pengajaran nilai-nilai Kristen serta kewirausahaan di kelas. Generasi pemilik bisnis berikutnya, yang tidak akan terpaku pada pencapaian materi, dapat dibentuk lebih baik melalui pendidikan berbasis iman, tapi juga pada misi pelayanan serta kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, kewirausahaan Alkitabiah bisa menjadi landasan strategis dalam menjawab tantangan zaman secara utuh serta bermakna.
Buku ini bertujuan mengarahkan pemikiran agar peserta didik memahami pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai iman dengan praktik kewirausahaan yang berkelanjutan. Melalui pembelajaran ini, diharapkan peserta bisa melihat bagaimana gereja bisa menjadi wadah pembinaan yang mengoptimalkan potensi ekonomi anggota jemaat, sekaligus menguatkan misi sosial serta spiritual dalam konteks pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, buku ini akan membahas secara mendalam konsep, peran, serta implementasi kewirausahaan dalam lingkungan gereja sebagai upaya membangun kemandirian serta kesejahteraan umat secara holistik.

Ulasan
Belum ada ulasan.