KOMBINASI PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR): Evidence, Aplikasi, dan Implikasi Kesehatan
Judul: KOMBINASI PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR): Evidence, Aplikasi, dan Implikasi Kesehatan
Penulis:
Ns. Made Ermayani, M.Kep.
Prof. Dr. dr. Hj. Syamsiar S. Russeng, M.S.
Prof. Dr. Lalu Muhammad Saleh, S.K.M., M.Kes.
Dr. Indra Fajarwati Ibnu, S.K.M., M.A.
Dr. dr. Anna Khuzaimah, M.Kes.
Dr. Ichlas Nanang Afandi, S.Psi., M.A.
Ns. Aprilia Nuryanti, M.Kep.
Maria Floriana Ping, S.Kep., MSN.
Ns. Imelda Feneranda Seravia Tambi, M.Kep.
Editor:
Ns. Aprilia Nuryanti, M.Kep.
Rp99.000
Order via WhatsAppBuku ini hadir sebagai upaya memperkaya literatur ilmiah di bidang kesehatan yang berfokus pada intervensi nonfarmakologis yaitu terapi komplementer berbasis bukti ilmiah (evidence-based practice).
Dalam dua dekade terakhir, pendekatan relaksasi telah berkembang pesat sebagai bagian dari paradigma kesehatan holistik yang memadukan aspek fisiologis, psikologis, dan sosial. Salah satu teknik yang telah teruji efektivitasnya di berbagai konteks klinis adalah Progressive Muscle Relaxation (PMR), yang diperkenalkan oleh Edmund Jacobson pada awal abad ke-20. Melalui mekanisme “ketegangan dan pelepasan” secara bertahap, PMR menstimulasi keseimbangan sistem saraf otonom dan menghasilkan efek menenangkan pada tubuh serta pikiran.
Namun, seiring perkembangan ilmu dan teknologi, PMR tidak lagi berdiri sebagai metode tunggal. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kombinasi PMR dengan intervensi lain, seperti musik, Mindfulness, Guided Imagery, latihan fisik, terapi kognitif-perilaku, pernapasan, maupun edukasi mampu memberikan efek sinergis yang lebih kuat terhadap penurunan stres, kecemasan, nyeri, dan tekanan darah, serta peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis.
Buku ini dibangun secara tematik untuk memudahkan pembaca memahami dasar teori, mekanisme kerja, serta penerapan praktis PMR kombinatif di berbagai konteks klinis dan komunitas.
Pada Bab 1 (Pendahuluan), pembaca diperkenalkan pada konsep dasar relaksasi otot progresif, mekanisme fisiologisnya, serta alasan ilmiah mengapa intervensi kombinatif diperlukan dalam praktik kesehatan modern. Bab 2 hingga Bab 9 membahas secara rinci delapan model kombinasi utama PMR, berdasarkan hasil penelitian lintas negara dan populasi yaitu PMR dan Musik; PMR dan Meditasi/Mindfulness; PMR dan Guided Imagery; PMR dan Intervensi Fisik; PMR dan Terapi Kognitif-Perilaku; PMR dan Intervensi Berbasis Pernapasan; PMR dan Edukasi/ Pendidikan; dan terakhir menghadirkan tinjauan atas PMR dan Terapi Inovatif Lain, seperti expressive arts therapy, laughter therapy, biofeedback, serta penggunaan teknologi digital dan telerehabilitation dalam penerapan PMR modern.
Melalui keseluruhan bab, buku ini tidak hanya menyajikan evidence yang kuat, tetapi juga aplikasi praktis dan implikasi kesehatan yang luas. Pembaca diharapkan memperoleh pemahaman mendalam tentang bagaimana PMR dapat berperan sebagai intervensi komplementer yang murah, aman, mudah diajarkan, dan berdampak signifikan terhadap kesejahteraan individu maupun komunitas.
Buku ini ditujukan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi kesehatan yang tertarik pada bidang intervensi nonfarmakologis, terapi relaksasi, dan promosi kesehatan mental. Selain itu, buku ini dapat menjadi rujukan akademik untuk pengembangan pelatihan, kurikulum terapi komplementer, maupun penelitian berbasis bukti di masa depan.
Semoga buku ini memberikan manfaat nyata bagi dunia akademik dan praktik kesehatan, serta menjadi pijakan untuk memperkuat pendekatan holistik dalam mewujudkan kesejahteraan manusia.

Ulasan
Belum ada ulasan.