SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DAN BUDAYA LOKAL
Judul: SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DAN BUDAYA LOKAL
Penulis:
Dr. Jasuli, S.Pd.I., S.Sos., M.Pd.I.
Editor:
Dr. Fauzan, S.Pd., M.Si.
Ukuran:
iv, 124 hlm, 15,5 cm x 23 cm
ISBN:
978-634-258-495-8
Cetakan Pertama:
Januari 2026
Rp80.000
Order via WhatsAppBuku Sejarah Kebudayaan Islam dan Budaya Lokal ini disusun berangkat dari kesadaran bahwa Islam tidak pernah hadir dalam ruang hampa sejarah dan budaya. Sejak awal kemunculannya, Islam selalu berdialog dengan tradisi, menyaring nilai, dan mentransformasikan budaya menuju tatanan yang lebih bermakna, adil, dan manusiawi. Oleh karena itu, memahami Islam secara utuh menuntut pemahaman terhadap sejarah kebudayaan, dinamika lokalitas, serta proses dialektika antara wahyu dan realitas sosial yang melingkupinya.
Dalam konteks Indonesia yang kaya akan keragaman budaya, kajian tentang Islam dan budaya lokal menjadi semakin relevan. Islam Nusantara tidak tumbuh melalui pemaksaan simbol, melainkan melalui jalan kultural: seni, tradisi, pesantren, ritus sosial, dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat. Warisan ini bukan sekadar romantisme masa lalu, tetapi modal peradaban yang penting dalam merawat keberagaman, moderasi beragama, dan harmoni sosial di tengah tantangan globalisasi dan homogenisasi budaya.
Buku ini berupaya menghadirkan Sejarah Kebudayaan Islam tidak hanya sebagai narasi kronologis, tetapi sebagai ruang refleksi kritis. Pembahasan dimulai dari landasan konseptual sejarah dan kebudayaan Islam, perkembangan kebudayaan Islam dari masa pra-Islam hingga klasik, proses akulturasi Islam di Nusantara, ekspresi budaya Islam lokal, hingga tantangan kontemporer dalam menjaga harmoni antara agama dan budaya. Dengan pendekatan interdisipliner—sejarah, antropologi, dan sosiologi—buku ini diharapkan mampu menghadirkan pemahaman yang utuh, kontekstual, dan bernilai.
Semoga buku ini dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, pendidik, peneliti, serta siapa pun yang ingin memahami Islam sebagai agama yang membumi, berakar pada budaya, dan relevan sepanjang zaman.

Ulasan
Belum ada ulasan.