BAHASA, SIMBOL, DAN IDENTITAS: Representasi Budaya Dayak dalam Ritual dan Cerita Rakyat
Judul: BAHASA, SIMBOL, DAN IDENTITAS: Representasi Budaya Dayak dalam Ritual dan Cerita Rakyat
Penulis:
Petrus Poerwadi, Alifiah Nurachmana, Albertus Purwaka, Patrisia Cuesdeyeni, Lazarus Linarto, Paul Diman, Linggua Sanjaya Usop, Misnawati, Indra Perdana, Syarah Veniaty, Yulina Mingvianita, Ibnu Yustiya Ramadhan, Stefani Ratu Lestariningtyas, Nirena Ade Christy, Jumadi, Afif Restu Fauzi
Ukuran: vi, 178 hlm., 15,5 cm x 23 cm
ISBN: 978-634-258-292-3
Cetakan Pertama: November 2025
Rp110.000
Order via WhatsAppBuku ini hadir sebagai wujud tanggung jawab akademik untuk memperkaya khazanah kajian kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan lokal yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa Indonesia.
Kehidupan masyarakat Dayak sarat dengan simbol dan nilai yang terwujud dalam bahasa, ritual, serta cerita rakyat. Melalui bahasa dan simbol, masyarakat Dayak membangun jati diri dan merepresentasikan pandangan hidup mereka terhadap alam, manusia, dan kekuatan spiritual. Oleh karena itu, pembahasan dalam buku ini diarahkan untuk mengungkap hubungan antara bahasa, simbol, dan identitas sebagai cerminan budaya yang hidup dan dinamis.
Buku ini memuat sembilan kajian yang saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan pemahaman. Setiap bagian berusaha menyoroti dimensi simbolik dan makna budaya yang terkandung dalam berbagai wujud ekspresi masyarakat Dayak. Kajian tersebut meliputi pembentukan identitas kolektif umat Kaharingan melalui Kandayu, makna simbolik verbal dalam ritual Ngalakang Pambak dan pemenuhan hukum adat perkawinan Dayak Ngaju, makna simbolik nonverbal dalam prosesi ritual Babukung Dayak Tomun, serta tanda dan makna simbol nonverbal dalam ritual Basagur berdasarkan teori semiotika Charles Sanders Peirce.
Selain itu, buku ini juga mengulas kearifan lokal Dayak Ngaju dalam cerita rakyat, fungsi dan makna kandan dalam upacara Gawai Dayak Siang, bentuk tindak tutur penolakan dalam bahasa Dayak Ngaju, Sapaan Kekerabatan Dayak Ngaju, serta sikap perempuan kelas sosial atas dalam cerita rakyat Dayak Ngaju melalui pendekatan sosiologis-feminis intertekstual. Seluruh pembahasan diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang kekayaan simbolik dan kebijaksanaan budaya yang terkandung dalam kehidupan masyarakat Dayak.

Ulasan
Belum ada ulasan.