DADA KOSONG Antologi Puisi Tentang Rasa, Waktu, dan Kehidupan
Judul: DADA KOSONG Antologi Puisi Tentang Rasa, Waktu, dan Kehidupan
Penulis:
Andi Widiono
Ukuran:
iv, 46 hlm, 14,8 cm x 21 cm
ISBN: 978-634-220-630-0
Cetakan Pertama:
Juni 2025
Puisi “Dada Kosong” menggambarkan kondisi batin seseorang yang sedang mengalami kehampaan emosional. Dada sebagai simbol perasaan dan kehidupan batin digambarkan kosong, tidak lagi dipenuhi oleh cinta, harapan, atau makna. Keheningan dan kehampaan dalam dada menjadi metafora atas kehilangan yang dalam, entah karena ditinggalkan, dikhianati, atau karena lelah menjalani hidup yang tak lagi memberi warna.
Dalam suasana sunyi yang terus-menerus, tokoh lirik puisi berusaha memahami keadaan dirinya. Ia tidak langsung menyerah atau memaknai kehampaan sebagai akhir, melainkan mencoba menyelami kekosongan itu sebagai bagian dari perjalanan hidup. Ada pencarian makna, semacam perenungan eksistensial yang muncul dari diam dan hening di mana kekosongan justru menjadi ruang untuk mendengar suara hati sendiri.
Akhir dari puisi ini tidak bersifat pesimistis. Meskipun menggambarkan kehampaan, ada harapan tersirat bahwa dada yang kosong ini bukan berarti mati rasa selamanya, melainkan ruang baru yang menanti untuk diisi kembali. “Dada Kosong” menjadi refleksi tentang bagaimana manusia mampu bertahan dalam sepi, dan bahwa dalam kehampaan sekalipun, masih ada kemungkinan akan kelahiran kembali akan perasaan, makna, dan harapan yang baru.

Ulasan
Belum ada ulasan.