DARI PIKIRAN KE KEBIASAAN Menyingkap Logismoi dan Menemukan Jalan Pertobatan
Judul: DARI PIKIRAN KE KEBIASAAN Menyingkap Logismoi dan Menemukan Jalan Pertobatan
Penulis:
Romanos ED
Presbiter Rahib Dimitri Situmeang
Editor:
Presbiter Rahib Dimitri Situmeang
Rp60.000
Order via WhatsAppBuku ini mengajak kita untuk melihat bahwa dosa bukan sekadar perbuatan, tetapi sebuah perjalanan batin yang dimulai dari pikiran. Dari benih kecil itu, manusia perlahan masuk ke dalam dialog batin, lalu memberi persetujuan, lalu mengulanginya, hingga akhirnya menjadi kebiasaan. Dan kebiasaan dosa, kata para kudus, lebih berat dari rantai besi.
Namun, janganlah kita putus asa. Allah tidak membiarkan kita berjalan sendirian. Setiap kali kita berani menatap ke dalam hati dan mengakui apa yang ada di sana, kita membuka pintu bagi cahaya Kristus. Pertobatan sejati bukanlah menumpuk rasa bersalah, melainkan menyadari betapa kita sakit, lalu datang kepada Tabib jiwa, Kristus Tuhan, yang menyembuhkan dengan kasih dan belas kasihan-Nya.
Buku ini disusun bukan sebagai risalah teologi yang kaku, melainkan sebagai sarana pemeriksaan batin (spiritual examination). Ia mengajak kita perlahan-lahan menelusuri tahapan logismoi, melihat contoh-contoh nyata di zaman modern—dari kesibukan media sosial, konsumerisme, pornografi, hingga keangkuhan rohani—dan menimbangnya dalam terang doa.
Setiap bab akan membawa kita kepada:
● Kutipan Bapa Gereja yang memberi cahaya hikmat.
● Contoh kehidupan sehari-hari agar kita tidak hanya belajar sejarah, tetapi menyingkap diri sendiri.
● Doa singkat sebagai seruan hati.
● Pertanyaan reflektif untuk menolong kita bersiap menuju Sakramen Pengakuan Dosa.
Mari kita memasuki perjalanan ini dengan hati sederhana. Jangan takut bila kita menemukan kelemahan dan kebusukan batin. Justru di situlah kita belajar kerendahan hati, sebab “hati yang remuk adalah korban yang berkenan kepada Allah” (Mzm 51:19).
Kiranya buku ini menjadi teman perjalanan Anda untuk duduk diam di hadapan Kristus, memohon terang Roh Kudus, dan dengan jujur berkata:
“Tuhan Yesus Kristus, Anak Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.”

Ulasan
Belum ada ulasan.