FILSAFAT ILMU Hakikat, Paradigma, dan Implikasi dalam Pengembangan Pengetahuan
Judul: FILSAFAT ILMU Hakikat, Paradigma, dan Implikasi dalam Pengembangan Pengetahuan
Penulis:
Ciptro Handrianto, S.Pd., M.Ed., Ph.D.
Dr. MHD. Natsir, S.Sos., S.Pd., M.Pd.
Ukuran:
vi, 358 hlm, 15,5 cm x 23 cm
ISBN:
978-634-258-277-0
Cetakan Pertama:
November 2025
Rp120.000
Order via WhatsAppBuku ini lahir dari kegelisahan intelektual yang kerap kami diskusikan sebagai tim: betapa seringnya kita, sebagai pelajar, peneliti, atau akademisi, tenggelam dalam “how to” (bagaimana cara) melakukan penelitian, tanpa pernah benar-benar mempertanyakan “why” (mengapa) dan “what for” (untuk apa) fondasi dari ilmu yang kita geluti itu sendiri.
Filsafat ilmu seringkali dipersepsikan sebagai menara gading yang elitis, berjarak, dan dipenuhi dengan terminologi rumit yang hanya relevan bagi segelintir filsuf. Padahal, pada hakikatnya, filsafat ilmu adalah “the unsung hero” di balik setiap kemajuan sains dan teknologi. Setiap kali seorang mahasiswa S1 merancang metodologi penelitiannya, seorang kandidat master memilih paradigma untuk tesisnya, atau seorang doktor membangun teori disertasinya, mereka sebenarnya sedang menerapkan—sadar atau tidak—prinsip-prinsip filsafat ilmu. Pertanyaan sederhana seperti, “Apakah sampel penelitian saya sudah mewakili realitas?” adalah pertanyaan ontologis. “Metode apa yang paling valid untuk membuktikan hipotesis saya?” adalah pertanyaan epistemologis. “Apa dampak etis dari temuan penelitian saya bagi masyarakat?” adalah pertanyaan aksiologis.
Buku ini hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Tujuan kami bukan untuk menaraikan filsafat ilmu menjadi sekadar kumpulan definisi, melainkan untuk menghidupkannya sebagai sebuah dialektika yang dinamis, relevan, dan aplikatif. Kami berkomitmen untuk menyajikan materi yang secara akademis solid dan memuat referensi-referensi primer, seperti pemikiran Karl Popper tentang falsifikasi yang mengkritik kelemahan induksi, hingga struktur revolusioner sains ala Thomas Kuhn, serta kritik tajam terhadap relasi ilmu dan kuasa dari Michel Foucault. Namun, di saat yang bersamaan, kami menyelipkan contoh-contoh real-life yang dekat dengan keseharian.
Sebagai contoh, ketika membahas positivisme, kami tidak hanya menyebutkan Auguste Comte dan hukum tiga stadinya, tetapi juga mengilustrasikan bagaimana pendekatan positivis mewarnai survei opini publik dan uji klinis vaksin, di mana data kuantitatif dianggap sebagai satu-satunya bukti yang sahih. Sebaliknya, ketika membahas paradigma konstruktivistik, kami mengambil contoh dari penelitian etnografi yang memahami makna “kemiskinan” dari perspektif komunitas tertentu, yang mungkin tidak bisa sepenuhnya direduksi menjadi angka.
Kami juga menyadari bahwa konteks keindonesiaan dan keislaman adalah bagian integral dari identitas intelektual banyak pembaca. Oleh karena itu, kami dengan sengaja menyertakan Bab 11 tentang Filsafat Ilmu dalam Perspektif Islam. Bab ini tidak sekadar menjadi “pelengkap”, tetapi menjadi ruang dialog yang kritis tentang bagaimana wahyu, akal, dan pengalaman dapat berintegrasi dalam sebuah bangunan epistemologi yang holistik, merujuk pada pemikirannya Al-Kindi, Al-Ghazali, hingga Ismail Raji Al-Faruqi. Hal ini menjadi penting di tengah dikotomi yang sering dibuat antara sains sekuler Barat dan ilmu religious.
Struktur buku ini dirancang untuk membimbing pembaca dalam sebuah perjalanan yang sistematis. Kepada para mahasiswa S1, buku ini diharapkan dapat menjadi pengantar yang memadai dan tidak menakutkan, membekali Anda dengan “peta pikiran” untuk memahami logika di balik ilmu pengetahuan. Bagi para mahasiswa S2, buku ini dapat menjadi teman dialog untuk mematangkan paradigma penelitian tesis Anda. Dan bagi para kandidat doktor (S3) serta akademisi, buku ini kami harap dapat menjadi pengingat dan penyegar untuk terus-menerus merefleksikan dasar-dasar epistemologis dari disiplin ilmu yang Anda tekuni, mendorong penelitian yang tidak hanya rigor secara metodologis tetapi juga bernilai secara filosofis dan etis.

Ulasan
Belum ada ulasan.