GEOMORFOLOGI DASAR
Judul: GEOMORFOLOGI DASAR
Penulis :
DR. D.Sc. Drs. Sunarno SastroAtmodjo, AP., B.II.Sc., B.Sc., S.E., S.H., S.T., S.AP., S.IP., S.Pd., S.Sos., S.Ikom, M.M., M.Si., C.JKP., C.CW., C.ED.
Diana Prasastiawati, M.Pd.
DR. Moh. Surno Kutoyo, S.Ag., S.Pd., M.Si., M.T.
Ali Hardana, S.Pd., M.Si.
Mohammad Suriyaidulman Rianse, S.T., M.T.
Amritzal Nur Firdaus, S.T., M.Eng.
Isman Saleh, S.T., M.T.
Dian Purwaningrum, S.Si.
Editor : DR. D.Sc. Drs. Sunarno SastroAtmodjo, AP., B.II.Sc., B.Sc., S.E., S.H., S.T., S.AP., S.IP., S.Pd., S.Sos., S.Ikom, M.M., M.Si., C.JKP., C.CW., C.ED.
ISBN : 978-634-258-082-0
Cetakan Pertama : Oktober 2025
Bumi, tempat kita berpijak, adalah sebuah planet yang senantiasa berdenyut dan berubah, sebuah kanvas geologis yang terus-menerus dilukis ulang oleh kekuatan alam yang tak henti. Permukaan bumi yang kita saksikan dengan reliefnya yang beragam, dari puncak pegunungan yang menjulang, hamparan dataran rendah yang subur, hingga garis pantai yang berliku indah bukanlah sekadar hasil akhir yang statis. Sebaliknya, setiap lekuk dan tonjolan merupakan cerminan dinamis dari interaksi kompleks antara kekuatan endogen (yang berasal dari dalam perut bumi, seperti tektonisme dan vulkanisme) dan kekuatan eksogen (yang bekerja di permukaan bumi, seperti erosi oleh air, angin, dan es). Mengurai misteri di balik morfologi permukaan bumi, atau yang kita kenal sebagai bentuk lahan, serta memahami proses-proses fundamental yang telah menciptakan dan terus-menerus mengubahnya, inilah esensi utama dari studi geomorfologi.
Buku ini diharapkan dapat memperkaya literatur dasar tentang geomorfologi di Indonesia, khususnya dalam konteks bahasa Indonesia. Dengan menyajikan materi yang relevan dengan kondisi geologis dan geomorfologis kepulauan Indonesia yang unik dan kompleks, buku ini berupaya mengisi kekosongan referensi yang membumi dan mudah diakses.
Pembaca diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga dapat menerapkan pengetahuan geomorfologi dasar ini dalam berbagai konteks nyata. Ini mencakup analisis risiko bencana (misalnya, identifikasi zona rawan longsor atau banjir), perencanaan penggunaan lahan yang adaptif, dukungan dalam proyek rekayasa sipil (seperti pembangunan jalan atau jembatan di medan yang kompleks), atau bahkan dalam memahami lingkungan sekitar mereka dengan lebih baik saat melakukan perjalanan atau eksplorasi alam. Pemahaman yang aplikatif ini pada akhirnya akan membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih informatif, bijaksana, dan berkelanjutan di berbagai sektor pembangunan dan pengelolaan lingkungan di Indonesia.

Ulasan
Belum ada ulasan.