MODEL SPIRIT (Spiritual Personal Improvement & Reflective Integrated Teaching) Strategi Inovatif Penguatan Karakter Peserta Didik di Era Society 5.0
Judul: MODEL SPIRIT (Spiritual Personal Improvement & Reflective Integrated Teaching) Strategi Inovatif Penguatan Karakter Peserta Didik di Era Society 5.0
Penulis:
Muhammad Akbar
Muhammad Asra
ISBN:
978-634-258-431-6
Cetakan Pertama:
Desember 2025
Rp70.000
Order via WhatsAppBuku ini lahir dari kegelisahan akademik sekaligus keprihatinan praktis terhadap semakin kompleksnya tantangan pendidikan karakter di tengah derasnya arus digitalisasi dan transformasi sosial pada era Society 5.0.
Pendidikan dewasa ini tidak lagi cukup berfokus pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan semata, melainkan juga harus menekankan pada aspek pembentukan kepribadian, penguatan nilai spiritual, serta pengembangan karakter yang kokoh. Tazkiyatun Nafs, sebagai konsep penyucian jiwa dalam khazanah Islam, diyakini mampu menjadi fondasi spiritual yang menuntun peserta didik menuju pribadi yang berintegritas, berakhlak mulia, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Di sisi lain, Spiritual Growth Framework (SGF) memberikan kerangka sistematis yang dapat mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam praktik pembelajaran modern yang transformatif dan inovatif.
Buku ini hadir untuk menjawab kebutuhan lahirnya model pembelajaran yang tidak hanya kontekstual dengan realitas pendidikan saat ini, tetapi juga relevan dengan visi pendidikan masa depan. Melalui integrasi Tazkiyatun Nafs dan SGF, model ini ditawarkan sebagai strategi inovatif dalam menguatkan karakter peserta didik, sehingga mereka tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.
Lebih jauh, penyusunan buku ini tidak lahir secara instan, melainkan melalui tahapan akademis yang sistematis dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Proses penyusunan diawali dengan wawancara bersama para guru untuk menggali permasalahan mendasar yang mereka hadapi dalam pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik. Setelah itu, dilakukan pengisian kuesioner analisis kebutuhan, yang memungkinkan penulis memperoleh gambaran lebih komprehensif mengenai tantangan, harapan, serta kebutuhan konkret guru dan peserta didik.

Ulasan
Belum ada ulasan.