WAWASAN BARU PEMBELAJARAN EKONOMI

0 out of 5
0.00 (0 Ulasan)
5 Views
0 Sold

Judul: WAWASAN BARU PEMBELAJARAN EKONOMI

Penulis:
Dirmansyah Darwin
Hafid Sumarwadji
Putu Ananda Devi Nugraha
Puji Novita Sari
Ahmad Fadhil Imran
Muhammad Yamin
Maghfirah Sari Azis
La Ode Muhammad Iksan Yusuf
Septiannisa Paramita
Ni Luh Sinta Yani
Muh Fardan Ngoyo
Muhammad Ansar Anto

Editor:
I Made Jyotisa Adi Dwipatna

Rp99.000

Order via WhatsApp

Buku ini lahir dari kegelisahan bersama atas praktik pembelajaran ekonomi yang kerap direduksi menjadi penguasaan konsep abstrak, efisiensi teknis, dan logika pasar, sementara realitas sosial, ekologis, dan kultural tempat ekonomi itu bekerja justru sering kali terabaikan. Dalam situasi tersebut, pembelajaran ekonomi berisiko kehilangan daya reflektifnya dan menjauh dari tujuan mendasar pendidikan, yakni membangun kesadaran kritis, tanggung jawab sosial, dan keberpihakan pada kehidupan.
Pembelajaran ekonomi sejatinya selalu berkait dan berkelindan dengan nilai, kepentingan, cara pandang tertentu tentang manusia, kesejahteraan, relasi kuasa, serta arah pembangunan. Di tengah agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), agenda pendidikan, termasuk pembelajaran ekonomi memiliki peran strategis sebagaimana ditekankan dalam SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Pembelajaran ekonomi dituntut memberikan bekal bagi peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis untuk memahami persoalan ketimpangan, keberlanjutan, dan keadilan sosial yang semakin kompleks.
Kehadiran buku ini diharapkan ikut berkontribusi dalam merespons tantangan tersebut dengan menghadirkan beragam perspektif kritis dalam pembelajaran ekonomi. Kritik terhadap reduksi manusia menjadi homo economicus membuka ruang bagi pemahaman ekonomi yang lebih manusiawi dan berkeadilan. Perspektif gender yang diangkat dalam buku ini juga selaras dengan semangat SDG 5 tentang kesetaraan gender, dengan menunjukkan bagaimana relasi kuasa, pembagian peran, serta pengambilan keputusan ekonomi yang sering kali tidak netral dan berdampak pada kesenjangan gender antara perempuan dan laki-laki. Pembelajaran ekonomi, dalam konteks ini dipahami sebagai ruang penting untuk menumbuhkan kesadaran atas ketidaksetaraan struktural tersebut.
Selain itu, buku ini juga menyoroti absennya dimensi ekologis dalam pembelajaran ekonomi arus utama. Di tengah krisis iklim global, sebagaimana menjadi perhatian SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, ekonomi tidak dapat terus diajarkan seolah terpisah dari batas-batas ekologis. Perspektif lingkungan yang dihadirkan dalam buku ini mendorong pembaca untuk memahami keterkaitan antara aktivitas ekonomi, eksploitasi sumber daya alam, dan keberlanjutan kehidupan. Pembelajaran ekonomi diharapkan mampu membangun kesadaran pedagogis yang tumbuh dengan narasi ekologis serta tanggung jawab antar-generasi.
Isu kerja, produksi, dan konsumsi juga merupakan uraian penting dalam buku ini. Refleksi tentang dunia kerja dan pembelajaran ekonomi memiliki keterkaitan erat dengan SDG 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, sekaligus SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Buku ini mengajak pembaca untuk melihat bahwa pembelajaran ekonomi juga seharusnya mampu mempertanyakan kualitas pertumbuhan, makna kerja layak, serta dampak sosial dan lingkungan dari pola produksi dan konsumsi yang dominan. Lebih jauh, buku ini merefleksikan praktik pedagogis dalam pembelajaran ekonomi itu sendiri. Pendekatan seperti problem-based learning tidak diterima secara taken for granted, melainkan diuji secara kritis: apakah ia benar-benar mendorong kesadaran emansipatoris atau justru memperhalus penetrasi logika pasar dalam ruang kelas. Di sisi lain, pengetahuan ekonomi yang tumbuh dari pengalaman sehari-hari, dari dapur, sawah, dan pasar tradisional, diangkat sebagai sumber belajar yang relevan, terutama dalam konteks ekonomi berkelanjutan dan berbasis komunitas. Karena itu, benang merah utama dalam buku ini adalah kesadaran bahwa pembelajaran ekonomi selalu memiliki dimensi politis, serta keyakinan bahwa pembelajaran dapat menjadi ruang pembebasan. Cara ekonomi yang diajarkan akan membentuk cara generasi muda memahami tujuan pembangunan, relasi manusia dengan alam, serta tanggung jawab sosial sebagai warga global. Ilmu ekonomi yang reflektif dan kontekstual diharapkan mampu melahirkan subjek pembelajar yang kritis, berdaya, dan memiliki komitmen terhadap nilai-nilai keberlanjutan, keadilan, dan kesetaraan sebagaimana dicita-citakan dalam agenda SDGs.
Buku “Wawasan Baru Pembelajaran Ekonomi” ini tidak dimaksudkan sebagai jawaban final atas berbagai persoalan ekonomi. Akan tetapi, buku ini hadir sebagai ajakan untuk berdialog, mempertanyakan kembali asumsi-asumsi lama, serta membuka kemungkinan-kemungkinan baru dalam membangun pembelajaran ekonomi yang relevan dengan tantangan global dan realitas lokal. Diharapkan buku ini dapat menjadi referensi bagi pendidik, mahasiswa, peneliti, dan pembaca umum yang ingin memahami ekonomi sebagai ilmu yang hidup, kontekstual, dan berorientasi pada masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan. Akhir kata, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pembaca dan pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan buku ini. Semoga kehadiran buku ini dapat memberi manfaat, memantik refleksi, dan menjadi bagian dari ikhtiar kolektif untuk menata ulang arah pembelajaran ekonomi di Indonesia.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “WAWASAN BARU PEMBELAJARAN EKONOMI”